BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Dalam praktik di
lapangan masih banyak guru bimbingan dan konseling atau konselor belum memahami
konsep psikologi sosial. Psikologi sosial dalam praktik bimbingan dan konseling
sangat penting karena berpengaruh terhadap
proses konseling di lapangan. Maka sebagai konselor, kita harus memahami
bagaimana kita mengamati orang lain dan situasi sosial, bereaksi terhadap orang
lain secara umum bagaimana kita dipengaruhi oleh situasi sosial.
Diharapkan
dengan adanya pembahasan tentang konsep, pendekatan dan metode psikologi sosial
ini dapat bermanfaat bagi calon konselor agar dapat memfokuskan pada perilaku
individu dalam kaitannya dengan situasi sosial. Dalam makalah ini sedikitnya
akan dibahas pengertian psikologi, pengertian social, definisi psikologi
social, pendekatan-pendekatan dalam psikologi social, serta metode dalam
psikologi social.
B.
Rumusan
Masalah
1.
Apa pengertian dari
psikologi?
2.
Apa pengertian dari
social?
3.
Apa pengertian psikologi
social itu sendiri?
4.
Pendekatan apa saja yang
digunakan dalam psikologi social?
5.
Metode apa saja yang ada
dalam psikologi social?
C.
Tujuan
1.
Agar mahasiswa mengetahui
pengertian psikologi social.
2.
Agar mahasiswa mengetahui
hubungan antara psikologi social dengan bimbingan dan konseling.
3.
Agar mahasiswa mengetahui
melalui pendekatan apa saja dalam psikologi sosial.
4.
Agar mahasiswa mengetahui
metode yang digunakan dalam psikologi sosial.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Konsep
Dasar Psikologi Sosial
Psikologi
diartikan sebagai ilmu yang mempelajari kejiwaan atau tingkah laku manusia.
Jadi, mempelajari psikologi berarti mengenal manusia, dalam arti memahami,
menguraikan dan memaparkan manusia sebagai individu dan sosial dan juga seluruh
aspek-aspeknya. Sementara sosial membicarakan masyarakat pada umumnya atau
secara keseluruhan. Jadi, psikologi sosial dapat diartikan mempelajari tingkah
laku masyarakat pada umumnya atau secara keseluruhan.
Menurut Harold
A.Phelps (Fair Child,H.P., dkk :1982:290) ”Psikologi sosial adalah suatu studi
ilmiah tentang proses mental manusia sebagai mahluk sosial”. Jadi, psikologi
sosial itu mempelajari tentang perilaku manusia dalam kontek sosial yang
terungkap dalam perhatian, minat, kemauan, sikap mental, reaksi emosional,
harga diri, kecerdasan, dll.
Dari beberapa definisi
diatas dapat disimpulkan bahwa psikologi sosial memfokuskan pada perilaku
individu dalam kaitannya dengan situasi sosial. Hal ini berkaitan dengan
bagaimana kita mengamati orang lain dan situasi sosial, bereaksi terhadap orang
lain secara umum bagaimana kita dipengaruhi oleh situasi sosial.
B.
Pendekatan
Psikologi sosial
Terdapat empat
pendekatan teoritis utama yang masing-masing menekankan pada satu aspek
penyebab perilaku sosial tertentu serta bermanfaat memberikan wawasan yang
berbeda dalam menjelaskan perilaku sosial. Keempat pendekatan tersebut yaitu:
1. Pendekatan
Biologis
Manusia dilahirkan dengan berbagai karakteristik biologis
yang berperan dalam menentukan perilaku. Karakteristik biologis pada manusia
membatasi kemungkinan perilaku manusia dan rangsangan yang muncul.
Pandangan kedua
dalam pendekatan biologis memfokuskan pada bagaimana perbedaan genetik
mempengaruhi perilaku. Misalnya perbedaan genetik melahirkan perbedaan jenis
kelamin.
Jadi diakui oleh
ahli teori belajar maupun kognitif bahwa mekanisme fisioligi sedikit banyak
mempengaruhi perilaku orang, misalnya orang yang lapar berbeda dengan perilaku
orang yang tidak lapar.
2. Pendekatan
Belajar
Pokok pemikiran dalam pendekatan belajar ini adalah
perilaku yang ditentukan oleh apa yang telah dipelajari sebelumnya melalui
proses pembiasaan. Ada tiga mekanisme umum yang terjadi dalam belajar, yaitu:
a. Asosiasi,
merupakan suatu kehidupan bersama antar individu dalam suatu ikatan. Kumpulan
orang atau sekelompok individu dapat dikatakan kelompok sosial apabila memiliki
kesadaran akan kondisi yang sama, adanya relasi sosial, dan orientasi pada
tuhuan yang telah ditentukan.
b. Reinforcement
merupakan penguatan, yaitu apakah suatu perilaku tertentu akan diulang atau
tidak tergantung bagaimana respon yang menyertai. Jika repon menyenagkan maka
akan diulang, namun jika tidak maka akan cenderung dihindari. Ada dua tipe
pengaturan jadwal yaitu ratio dan interval dan dibagi menjadi :
1) Fixed Ratio,
suatu jumlah respon tertentu akan menentukan kapan penguatan akan diberikan.
Misalnya setiap anak berhasil mendapat nilai 10 selama 7 kali.
2) Fixed Interval,
selang waktu tertentu menentukan pemberian penguatan. Misalnya setiap selesai
ujian kenaikan kelas anak akan mendapat hadiah.
3) Variabel Ratio,
jumlah perilaku yang muncul tidak ditentukan secara kaku untuk memberikan
penguatan. Misalnya saja hadiah diberikan tidak harus setelah 7 kali mendapat
nilai 10, bisa 3 atau 6 kali.
4) Variabel Interval,
Waktu pemberian penguatan di variasi antara selang waktu tertentu. Misalnya
saja hadiah diberikan tidak hanya pada kenaikan kelas, bervariasi, bisa setiap
semester atau mid semester.
c. Imitasi,
orang belajar perilaku tertentu dengan meniru perilaku orang lain yang menjadi
model. Misalnya anak akan belajar memaki jika ia hidup dalam lingkungan yang
penuh dengan celaan.
3. Pendekatan
Insentif
Menurut pendekatan ini orang akan berperilaku berdasar
pertimbangan keuntungan dan kerugian yang akan diperolehnya. Contoh, Duryudana
mencuri sekotak emas dengan sarung tangan dengan pertimbangan agar tidak
diketahui identitasnya melalui sidik jari. Pendekatan insentif dapat digunakan
untuk menganalisis apakah suatu perilaku akan berdampak positif atau negatif.
4. Pendekatan
Kognitif
Pendekatan kognitif memandang perilaku seseorang
ditentukan oleh presepsinya terhadap situasi sosial. Pendekatan kognitif juga
penting untuk menginterpretasi aspek-aspek dalam diri individu seperti motif,
sikap, ciri kepribadian.
C.
Metode-metode
dalam psikologi sosial
Metode yang akan dibahas adalah metode yang menyangkut
pengumpulan data. Berikut metode yang digunakan dalam psikologi sosial :
1. Observasi,
merupakan suatu cara untuk mengumpulkan informasi atau data yang diinginkan
dengan melakukan pengamatan secara langsung untuk mempelajari dan menyelidiki
perilaku dalam situasi yang sebenarnya.
Terdapat 2 tipe
observasi, yang pertama terang terangan dimana kehadiran dan tujuan peneliti
diketahui oleh objek penelitian. Kedua, observasi terselubung dimana kehadiran
dan tujuan peneliti tidak diketahui oleh subjek penelitian.
2. Survey,
metode ini dilakukan denga pengamatan terhadap subjek penelitian dengan
sekaligus menggunakan wawancara atau angket yang sudah direncanakan sebelumnya.
3. Eksperimen,
Untuk melihat hubungan antara variabel-variabel yang diteliti. Beberapa syarat
yang harus dipenuhi agar metode dapat dipertanggungjawabkan (Abu Ahmadi,
2002:20) :
a. Peneliti
harus menentukan waktu terjadinya gejala yang ingin diselidiki.
b. Peneliti
haarus dapat mengikuti berlangsungnya gejala yang ingin kita selidiki, dan
harus mengamatinya dengan perhatian khusus.
c. Tiap
pengamatan harus dapat diulangi dalam keadaan yang sama.
d. Peneliti
harus dapat dengan sengaja syarat-syarat keadaan eksperimen.
4. Kuosioner,
merupakan suatu metode penelitian dengan menggunakan sejumlah pertanyaan yang
harus dijawab oleh subjek penelitian. Keuntungannya adalah praktis, memperoleh
data banyak adlam waktu yang singkat, tidak memerlukan banyak tenaga dan biaya,
subyek penelitian dapat menjawab dengan leluasa tanpa pengaruh dari luar. Sedangkan
kelemahannya adalah pertanyaan-pertanyaan bersifat kaku, bias terjadi kuesioner
yang disebar tidak kembali dalam jumlah yang sama.
5. Interview,
merupakan metode penelitian dengan menggunakan pertanyaan yang diajukan dalam
bentuk lisan.
Kelebihannya
adalah hal-hal yang kurang jelas dapat langsung diperjelas, interviewer dapat
menyesuikan dengan kondisi interviewee, diharapkan terjadi hubungan yang baik. Kelemahannya
antara lain, tidak efisien dalam hal waktu, biaya dan tenaga, membutuhkan
keahlian khusus, subyektifitas dapat mengganggu interview.
6. Sosiometri,
merupakan metode untuk meneliti berupa daftar pertanyaan tentang relasi seseorang
dan orang lain dalam suatu kelompok tertentu. Hasil yang diperoleh kemudian
diolah lebih lanjut, ditabulasikan dan dikalkulasi, lalu dibuat suatu
sosiometri menjadi sosiogram dengan sistem grafis dan sistem sirkuler.
7. Tes,
digunakan untuk mengungkapkan hal-hal yang mendalam yang tidak terungkap dengan
metode lain. Menggunakan metode tes ini dituntut suatu keahlian tersendiri
untuk menggunakannya sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Dari pembahasan
makalah ini, dapat diambil kesimpulan bahwa definisi psikologi sosial
memfokuskan pada perilaku individu dalam kaitannya dengan situasi sosial.
Pendekatan yang digunakan dalam psikologi social antara lain pendekatan
biologis, pendekatan belajar, pendekatan insentif, dan pendekatan kognitif.
Lalu metode psikologi social adalah metode yang menyangkut pengumpulan data
seperti, obeservasi, survey, interview, kuesioner, eksperimen, sosiometri, dan
tes.
B.
SARAN
Diharapkan
dengan adanya pembahasan tentang konsep, pendekatan dan metode psikologi sosial
ini dapat bermanfaat bagi calon konselor agar dapat memfokuskan pada perilaku
individu dalam kaitannya dengan situasi sosial. Serta dapat memahami bagaimana mengamati
orang lain dan situasi sosial, bereaksi terhadap orang lain secara umum
bagaimana kita dipengaruhi oleh situasi sosial.
DAFTAR PUSTAKA
Sugiyo. 2006. Psikologi
Sosial. Semarang : Fakultas Ilmu Pendidikan, Unniversitas Negeri Semarang.
http://sosiologi-sosial.blogspot.com/2009/11/psikologi-sosial.html



02.06
Unknown

