Jumat, 03 Juli 2015

KONSEP, PENDEKATAN DAN METODE PSIKOLOGI SOSIAL



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Dalam praktik di lapangan masih banyak guru bimbingan dan konseling atau konselor belum memahami konsep psikologi sosial. Psikologi sosial dalam praktik bimbingan dan konseling sangat penting karena berpengaruh  terhadap proses konseling di lapangan. Maka sebagai konselor, kita harus memahami bagaimana kita mengamati orang lain dan situasi sosial, bereaksi terhadap orang lain secara umum bagaimana kita dipengaruhi oleh situasi sosial.
Diharapkan dengan adanya pembahasan tentang konsep, pendekatan dan metode psikologi sosial ini dapat bermanfaat bagi calon konselor agar dapat memfokuskan pada perilaku individu dalam kaitannya dengan situasi sosial. Dalam makalah ini sedikitnya akan dibahas pengertian psikologi, pengertian social, definisi psikologi social, pendekatan-pendekatan dalam psikologi social, serta metode dalam psikologi social.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian dari psikologi?
2.      Apa pengertian dari social?
3.      Apa pengertian psikologi social itu sendiri?
4.      Pendekatan apa saja yang digunakan dalam psikologi social?
5.      Metode apa saja yang ada dalam psikologi social?
C.    Tujuan
1.      Agar mahasiswa mengetahui pengertian psikologi social.
2.      Agar mahasiswa mengetahui hubungan antara psikologi social dengan bimbingan dan konseling.
3.      Agar mahasiswa mengetahui melalui pendekatan apa saja dalam psikologi sosial.
4.      Agar mahasiswa mengetahui metode yang digunakan dalam psikologi sosial.
BAB II
PEMBAHASAN
A.    Konsep Dasar Psikologi Sosial
Psikologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari kejiwaan atau tingkah laku manusia. Jadi, mempelajari psikologi berarti mengenal manusia, dalam arti memahami, menguraikan dan memaparkan manusia sebagai individu dan sosial dan juga seluruh aspek-aspeknya. Sementara sosial membicarakan masyarakat pada umumnya atau secara keseluruhan. Jadi, psikologi sosial dapat diartikan mempelajari tingkah laku masyarakat pada umumnya atau secara keseluruhan.
Menurut Harold A.Phelps (Fair Child,H.P., dkk :1982:290) ”Psikologi sosial adalah suatu studi ilmiah tentang proses mental manusia sebagai mahluk sosial”. Jadi, psikologi sosial itu mempelajari tentang perilaku manusia dalam kontek sosial yang terungkap dalam perhatian, minat, kemauan, sikap mental, reaksi emosional, harga diri, kecerdasan, dll.
Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa psikologi sosial memfokuskan pada perilaku individu dalam kaitannya dengan situasi sosial. Hal ini berkaitan dengan bagaimana kita mengamati orang lain dan situasi sosial, bereaksi terhadap orang lain secara umum bagaimana kita dipengaruhi oleh situasi sosial.

B.     Pendekatan Psikologi sosial
Terdapat empat pendekatan teoritis utama yang masing-masing menekankan pada satu aspek penyebab perilaku sosial tertentu serta bermanfaat memberikan wawasan yang berbeda dalam menjelaskan perilaku sosial. Keempat pendekatan tersebut yaitu:
1.      Pendekatan Biologis
            Manusia dilahirkan dengan berbagai karakteristik biologis yang berperan dalam menentukan perilaku. Karakteristik biologis pada manusia membatasi kemungkinan perilaku manusia dan rangsangan yang muncul.
Pandangan kedua dalam pendekatan biologis memfokuskan pada bagaimana perbedaan genetik mempengaruhi perilaku. Misalnya perbedaan genetik melahirkan perbedaan jenis kelamin.
Jadi diakui oleh ahli teori belajar maupun kognitif bahwa mekanisme fisioligi sedikit banyak mempengaruhi perilaku orang, misalnya orang yang lapar berbeda dengan perilaku orang yang tidak lapar.
2.      Pendekatan Belajar
            Pokok pemikiran dalam pendekatan belajar ini adalah perilaku yang ditentukan oleh apa yang telah dipelajari sebelumnya melalui proses pembiasaan. Ada tiga mekanisme umum yang terjadi dalam belajar, yaitu:
a.       Asosiasi, merupakan suatu kehidupan bersama antar individu dalam suatu ikatan. Kumpulan orang atau sekelompok individu dapat dikatakan kelompok sosial apabila memiliki kesadaran akan kondisi yang sama, adanya relasi sosial, dan orientasi pada tuhuan yang telah ditentukan.
b.      Reinforcement merupakan penguatan, yaitu apakah suatu perilaku tertentu akan diulang atau tidak tergantung bagaimana respon yang menyertai. Jika repon menyenagkan maka akan diulang, namun jika tidak maka akan cenderung dihindari. Ada dua tipe pengaturan jadwal yaitu ratio dan interval dan dibagi menjadi :
1)      Fixed Ratio, suatu jumlah respon tertentu akan menentukan kapan penguatan akan diberikan. Misalnya setiap anak berhasil mendapat nilai 10 selama 7 kali.
2)      Fixed Interval, selang waktu tertentu menentukan pemberian penguatan. Misalnya setiap selesai ujian kenaikan kelas anak akan mendapat hadiah.
3)      Variabel Ratio, jumlah perilaku yang muncul tidak ditentukan secara kaku untuk memberikan penguatan. Misalnya saja hadiah diberikan tidak harus setelah 7 kali mendapat nilai 10, bisa 3 atau 6 kali.
4)      Variabel Interval, Waktu pemberian penguatan di variasi antara selang waktu tertentu. Misalnya saja hadiah diberikan tidak hanya pada kenaikan kelas, bervariasi, bisa setiap semester atau mid semester.
c.       Imitasi, orang belajar perilaku tertentu dengan meniru perilaku orang lain yang menjadi model. Misalnya anak akan belajar memaki jika ia hidup dalam lingkungan yang penuh dengan celaan.

3.      Pendekatan Insentif
            Menurut pendekatan ini orang akan berperilaku berdasar pertimbangan keuntungan dan kerugian yang akan diperolehnya. Contoh, Duryudana mencuri sekotak emas dengan sarung tangan dengan pertimbangan agar tidak diketahui identitasnya melalui sidik jari. Pendekatan insentif dapat digunakan untuk menganalisis apakah suatu perilaku akan berdampak positif atau negatif.
4.      Pendekatan Kognitif
            Pendekatan kognitif memandang perilaku seseorang ditentukan oleh presepsinya terhadap situasi sosial. Pendekatan kognitif juga penting untuk menginterpretasi aspek-aspek dalam diri individu seperti motif, sikap, ciri kepribadian.

C.    Metode-metode dalam psikologi sosial
            Metode yang akan dibahas adalah metode yang menyangkut pengumpulan data. Berikut metode yang digunakan dalam psikologi sosial :
1.      Observasi, merupakan suatu cara untuk mengumpulkan informasi atau data yang diinginkan dengan melakukan pengamatan secara langsung untuk mempelajari dan menyelidiki perilaku dalam situasi yang sebenarnya.
Terdapat 2 tipe observasi, yang pertama terang terangan dimana kehadiran dan tujuan peneliti diketahui oleh objek penelitian. Kedua, observasi terselubung dimana kehadiran dan tujuan peneliti tidak diketahui oleh subjek penelitian.
2.      Survey, metode ini dilakukan denga pengamatan terhadap subjek penelitian dengan sekaligus menggunakan wawancara atau angket yang sudah direncanakan sebelumnya.
3.      Eksperimen, Untuk melihat hubungan antara variabel-variabel yang diteliti. Beberapa syarat yang harus dipenuhi agar metode dapat dipertanggungjawabkan (Abu Ahmadi, 2002:20) :
a.       Peneliti harus menentukan waktu terjadinya gejala yang ingin diselidiki.
b.      Peneliti haarus dapat mengikuti berlangsungnya gejala yang ingin kita selidiki, dan harus mengamatinya dengan perhatian khusus.
c.       Tiap pengamatan harus dapat diulangi dalam keadaan yang sama.
d.      Peneliti harus dapat dengan sengaja syarat-syarat keadaan eksperimen.
4.      Kuosioner, merupakan suatu metode penelitian dengan menggunakan sejumlah pertanyaan yang harus dijawab oleh subjek penelitian. Keuntungannya adalah praktis, memperoleh data banyak adlam waktu yang singkat, tidak memerlukan banyak tenaga dan biaya, subyek penelitian dapat menjawab dengan leluasa tanpa pengaruh dari luar. Sedangkan kelemahannya adalah pertanyaan-pertanyaan bersifat kaku, bias terjadi kuesioner yang disebar tidak kembali dalam jumlah yang sama.
5.      Interview, merupakan metode penelitian dengan menggunakan pertanyaan yang diajukan dalam bentuk lisan.
Kelebihannya adalah hal-hal yang kurang jelas dapat langsung diperjelas, interviewer dapat menyesuikan dengan kondisi interviewee, diharapkan terjadi hubungan yang baik. Kelemahannya antara lain, tidak efisien dalam hal waktu, biaya dan tenaga, membutuhkan keahlian khusus, subyektifitas dapat mengganggu interview.
6.      Sosiometri, merupakan metode untuk meneliti berupa daftar pertanyaan tentang relasi seseorang dan orang lain dalam suatu kelompok tertentu. Hasil yang diperoleh kemudian diolah lebih lanjut, ditabulasikan dan dikalkulasi, lalu dibuat suatu sosiometri menjadi sosiogram dengan sistem grafis dan sistem sirkuler.
7.      Tes, digunakan untuk mengungkapkan hal-hal yang mendalam yang tidak terungkap dengan metode lain. Menggunakan metode tes ini dituntut suatu keahlian tersendiri untuk menggunakannya sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.





















BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Dari pembahasan makalah ini, dapat diambil kesimpulan bahwa definisi psikologi sosial memfokuskan pada perilaku individu dalam kaitannya dengan situasi sosial. Pendekatan yang digunakan dalam psikologi social antara lain pendekatan biologis, pendekatan belajar, pendekatan insentif, dan pendekatan kognitif. Lalu metode psikologi social adalah metode yang menyangkut pengumpulan data seperti, obeservasi, survey, interview, kuesioner, eksperimen, sosiometri, dan tes.

B.     SARAN
Diharapkan dengan adanya pembahasan tentang konsep, pendekatan dan metode psikologi sosial ini dapat bermanfaat bagi calon konselor agar dapat memfokuskan pada perilaku individu dalam kaitannya dengan situasi sosial. Serta dapat memahami bagaimana mengamati orang lain dan situasi sosial, bereaksi terhadap orang lain secara umum bagaimana kita dipengaruhi oleh situasi sosial.











DAFTAR PUSTAKA

Sugiyo. 2006. Psikologi Sosial. Semarang : Fakultas Ilmu Pendidikan, Unniversitas Negeri Semarang.
http://sosiologi-sosial.blogspot.com/2009/11/psikologi-sosial.html

Sinopsis Film Thailand "TEACHER'S DIARY"



TEACHER’S DIARY

Screenshot_2014-10-22-21-23-08-1.png


Oleh
Intan Kumala Sari
1301414060



Universitas Negeri Semarang
2014
IDENTITAS FILM

Judul Film                   : Teacher’s Diary
Penulis Naskah            : Ningsanon, Sopana Chaoviwatkol
Sutradara                     : Nithiwat Tharathorn
Produser                      : Jira Maligool, Chenchonnanee
Pemain                        : Sukrit Wisetkaew sebagai “Song”
                                      Chermarn Boonyasak sebagai “Ann”
                                      Sukollawat Kanaros sebagai “Nui”
                                      Chutima Theepanart (cameo)
                                      Wittawat Singlumpong (cameo)
Durasi Film                 : 01:44:38

SINOPSIS
Film ini menggambarkan bagaimana kehidupan guru (yang ditugaskan di pedalaman) di Thailand. Kalau di tempat kita mungkin mirip dengan Indonesia Mengajar atau program SM3T. Hampir semua bagian film ini mengambil latar di sebuah sekolah apung yang berada di tengah-tengah danau. Tokoh utama dari film ini adalah Pak Song, mantan atlet gulat SEA GAMES yang mengadu nasib sebagai guru olahraga (saat mendaftar) tapi justru ditugaskan di pedalaman karena sekolah tempat ia mendaftar tidak ada lowongan. Kemudian ada Bu Aan, guru teladan yang diharuskan membuat pilihan antara menghapus tato tiga bintang ditangannya atau ditugaskan di pedalaman. Tokoh lain adalah Bu Gigi, Pak Nui dan murid-murid Bu Aan. Dalam film ini diceritakan, Pak Song yang secara tidak sengaja menemukan sebuah buku Diary Bu Aan dihari pertamanya ia sampai di sekolah apung. Lalu dilanjutkan dengan cerita bagaimana ia menjalani kehidupan sebagai seorang guru. Mulai dari menjemput satu persatu muridnya, kegiatan belajar mengajar, memasak, bersih-bersih dan lain-lain. Dan ternyata apa yang ia lakukan itu, juga dilakukan oleh Bu Aan setahun yang lalu seperti yang di tulis di buku diarynya.
Waktu berjalan, aktivitas Pak Song diisi dengan mengajar dan mencintai anak didiknya, serta menuliskan aktivitasnya itu di buku diary yang sama. Hingga akhirnya, pada ujian akhir tahun salah satu muridnya gagal melewati ujian. Karena sebab ini, Pak song mengundurkan diri dari mengajar di sekolah apung, di saat yang sama Bu Aan ingin kembali mengajar ke sekolah apung karena suatu sebab. Pada 2013 (satu tahun setelah mereka bertemu), Ann kembali sebagai guru di sekolah pedesaan ini. Dia menemukan buku hariannya dengan cerita yang ditulis terkuras keluar dalam buku ini. Dia tidak tahu mengapa dia meninggalkan sekolah ini dan di mana dia sekarang? Tapi itu masuk akal untuk kembali di sekolah tidak akan pernah sama. Akankah mereka bersatu kembali?


PESAN MORAL

ü  Guru inspiratif yang bekerja dengan hati ditengah semua keterbatasan sarana prasarana dan kendala sosial masyarakat yang ada.
ü  Bukan hanya anak-anak yang tinggal di kota saja yang berhak menerima pendidikan, bahkan anak-anak dipedalaman, jauh dari sarana dan prasarana yang memadai yang mungkin mereka mempunyai bakat di bidang tertentu yang perlu dididik dan dikembangkan. 
ü  Kepedulian, kesabaran, kasih sayang, serta ketelatenan seorang guru untuk membuat siswanya berhasil.
ü  Guru diklaim berwawasan luas, yang berarti harus memiliki hati yang terbuka dan memiliki sopan santun dalam berbudaya dan perilaku sehari-hari. 
ü  Guru tetap harus menguasai materi yang diajarkannya tetapi yang lebih penting guru tidak boleh lupa bahwa dia mengajar manusia muda.
ü  Membangun generasi yang mempunyai modal untuk masa depan yang suatu ketika akan mengambil peran dalam masyarakat.
ü  Ikatan emosional yang selaras kepada siswa, dan dengan pribadi dan teladan guru yang baik, seorang siswa akan tumbuh menjadi warga negara yang baik pula.



PANDANGAN TERHADAP FILM

Menurut saya, dari segi pendidikan film Teacher’s Diary sangat bagus terutama untuk menggugah hati para pendidik dan pemerintah bahwa bukan hanya anak-anak di kota saja yang memerlukan pendidikan, bahkan anak-anak di pedalaman yang jarang mempunyai sarana dan prasarana yang memadai untuk menuntut ilmu. Film ini juga menyadarkan saya untuk tidak lupa akan bersyukur kepada Sang Kuasa, karena masih banyak anak yang kurang beruntung daripada saya untuk menuntut ilmu. Bukan hanya wawasan tentang bidang akademik saja yang diperlukan dalam pendidikan, melainkan kesabaran, ketekunan, kasih sayang, kerja sama, serta simpati sangat diperlukan antara sang pendidik dan juga yang dididik agar terjalin hubungan yang harmonis diantara mereka serta menghindari perselisihan satu sama lainnya.

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | free samples without surveys