Jumat, 03 Juli 2015

MPI BK

Jika ingin mendownload MPI BK, klik DISINI

SEJARAH BK



SEJARAH PERKEMBANGAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI AMERIKA DAN DI INDONESIA
A.    Sejarah Bimbingan dan Konseling di Amerika
Bimbingan dan Konseling sebagai profesi pertama kali lahir di Amerika pada awal abad XX, yaitu ketika Frank Person membuka klinik di Boston untuk memberi pengarahan kepada para pemuda memperoleh pekerjaan yang sesuai. Pada tahun 1950an bidang ini mengalami perkembangan yang sangat pesat, bukan hanya dalam bidang pekerjaan tetapi merambah pada bidang-bidang pendidikan.
Dari segi wilayah geografi, bimbingan dan konseling tidak lagi terbatas hanya di Amerika, tetapi berkembangan menjalar ke Eropa, Asia, Afrika, Amerika Selatan dan Australia. Tahun 1970-1980 bimbingan dan konseling masuk ke dalam kurikulum Sekolah Menengah di negeri-negeri yang mengambil sistem pendidikan Barat.
Munculnya Bimbingan dan Konseling di Amerika pada awal abad XX merupakan tuntunan logis dari dinamika masyarakat Amerika ketika itu. Sebagaimana diketahui bahwa pandangan hidup masyarakat Amerika dan Barat pada umumnya bersumber dari budayanya yang sekuler dan liberal. Oleh karena itu filosofi dari bimbingan dan konseling di sana juga tak terlepas dari faham sekuler dan liberal.
Meskipun konsepsi bimbingan dan konseling di Barat dilahirkan oleh para ahli yang tidak diragukan kapasitasnya, tetapi konsep-konsep yang boleh jadi cocok untuk masyarakat Barat tidak otomatis dapat diterapkan pada masyarakat lain, masyarakat Islam misalnya. Kesulitan menerapkan prinsip-prinsip bimbingan dan konseling Barat di lingkungan masyarakat Islam disebabkan oleh falsafah hidup yang berbeda, antara lain:
1.      Jika masyarakat Barat memisahkan Negara dan agama, masyarakat Islam tidak mengenal pemisahan yang sebenarnya antara agama dan kehidupan, antara masjid dan lapangan kerja. Bimbingan dan Konseling di masyarakat Islam harus berdiri diatas prinsip keterpaduan antara agama dan kehidupan duniawi.
2.      Masyarakat Barat menganut kebebasan individual dan kelompok yang sangat liberal, tercermin pada pergaulan bebas, norma seksual yang sangat longgar asal tidak mengganggu orang lain, sementara masyarakat muslim sangat menjunjung tinggi kesucian perkawinan, kehormatan wanita, berbakti kepada orang tua yang sudah renta, dan mengagungkan nila-nilai akhlak, iman dan takwa. Masyarakat Islam tidak mengenal kebebasan individual dalam arti sebebas-bebasnya, karena dibatasi oleh norma-norma tradisi, agama dan akhlak. Masyarakat muslim masih menjunjung tinggi prinsip-prinsip berbakti kepada orang tua, sopan santun sosial dan tradisi keagamaan.
3.      Banyak hal-hal yang di Barat tidak dipermasalahkan, tetapi pada masyarakat Islam justru hal itu diharamkan, misalnya perjudian, perzinaan, gay, menyakiti orang tua, boy friend, tukar kunci dan sebagainya.
4.      Pedekatan Bimbingan dan Konseling yang dilakukan di Amerika sendiri menunjukan kegagalan.
Layanan bimbingan di Amerika Serikat mulai diberikan oleh Jesse B. Davis pada sekitar tahun 1898-1907. Beliau bekerja sebagai konselor sekolah menengah di Detroit. Dalam waktu sepuluh tahun, ia membantu mengatasi masalah-masalah pendidikan, moral, dan jabatan siswa. Pada tahun 1908, Frank Parsons mendirikan Vocational Bureau untuk membantu para remaja memilih pekerjaan yang cocok bagi mereka. Tahun 1910, William Healy mendirikan Juvenile Psychopathic Institut di Chicago. Tahun 1911, Universitas Harvard memberikan kuliah bidang bimbingan jabatan dengan dosennya Meyer Blomfield. Tahun 1912, Grand Rapids, Michigan mendirikan lembaga bimbingan dalam sistem sekolahnya.
Tahun 1913 berdiri National Vocational Guidance di Grand Rapids.
Perkembangan bimbingan dan konseling di Amerika Serikat sangat pesat pada awal tahun 1950. Hal ini ditandai dengan berdirinya APGA (American Personal and Guidance Association) pada tahun 1952. Selanjutnya, pada bulan Juli 1983 APGA mengubah namnya menjadi AACD (American Association for Counseling and Development). Kemudian, satu organisasi lainnya bergabung pula dengan AACD, yaitu Militery Education (MECA). Dengan demikian, pada saat ini AACD merupakan organisasi profesional bagi para konselor di Amerika Serikat, dengan 14 divisi (organisasi khusus) yang tergabung di dalmnya. Di samping itu, pada setiap negara bagian atau wilayah tertentu terdapat semacam cabang dari masing-masing organisasi tersebut.
Sebagai suatu organisasi profesi, AACD ataupun organisasi-organisasi divisinya mengeluarkan jurnal-jurnal secara berkala. Jurnal-jurnal tersebut di antarnya Journal of Counseling and Development, Journal of College Student Personnel, Counselor Education and Supervision, dan The Career Development Quarterly.
B.     Sejarah perkembangan Bimbingan dan Konseling di Indonesia
Di Indonesia, pelayanan konseling dalam sistem pendidikan Indonesia mengalami beberapa perubahan nama. Pada kurikulum 1984 semula disebut Bimbingan dan Penyuluhan (BP), kemudian pada Kurikulum 1994 berganti nama menjadi Bimbingan dan Konseling (BK) sampai dengan sekarang. Layanan BK sudah mulai dibicarakan di Indonesia sejak tahun 1962. Namun BK baru diresmikan di sekolah di Indonesia sejak diberlakukan kurikulum 1975. Kemudian disempurnakan ke dalam kurikulum 1984 dengan memasukkan bimbingan karir didalamnya. Perkembangan BK semakin mantap pada tahun 2001.
Kegiatan layanan bimbingan dan konseling di Indonesia lebih banyak dilakukan dalam kegiatan pendidikan formal di sekolah. Pada awal tahun 1960 di beberapa sekolah dilaksanakan program bimbingan yang terbatas pada bimbingan akademis. Pada tahun 1964, lahir Kurikiulum SMA Gaya Baru, dengan keharusan melaksanakan program bimbingan dan penyuluhan. Tetapi, program ini tidak berkembang karena kurang persiapan prasyarat, terutama kurangnya tenaga pembimbing yang profesional. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka pada dasawarsa 60-an Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, dan diteruskan oleh Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (1963) membuka Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan yang sekarang dikenal di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dengan nama Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (PPB).
Setelah dirintis dalam dekade 60-an, bimbingan dicoba penataannya dalam dekade 70-an. Proyek Perintis Sekolah Pembangunan (PPSP) membawa harapan baru pada pelaksanaan bimbingan di sekolah karena staf bimbingan memegang peranan penting dalam sistem sekolah pembangunan. Secara formal bimbingan dan konseling diprogramkan di sekolah sejak diberlakukannya kurikulum 1975 yang menyatakan bahwa bimbingan dan penyuluhan merupakan bagian integral dalam pendidikan di sekolah. Pada tahun 1975 berdiri ikatan Petugas Bimbingan Indonesia (IPBI) di Malang. IPBI ini memberikan pengaruh terhadap perluasan program bimbingan di sekolah.
Setelah melalui penataan, dalam dekade 80an, bimbingan diupayakan agar lebih mantap. Pemantapan terutama diusahakan untuk mewujudkan layanan bimbingan yang profesional. Beberapa upaya dalam pendidikan yang dilakukan dalam dekade ini adalah penyempurnaan kurikulum dari Kurikulum 1975 ke Kurikulum 1984. Dalam kurikulum 1984, telah dimasukkan bimbingan karier di dalmnya. Usaha memantapkan bimbingan terus dilanjutkan dengan diberlakukannya UU No. 2/1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Dalam Pasal 1 Ayat 1 disebutkan bahwa pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan/atau latihan bagi peranannya pada masa yang akan datang.
Penataan bimbingan terus dilanjutkan dengan dikeluarkannya SK Menpan No. 84/1993 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Dalam Pasal 3 disebutkan tugas pokok guru adalah menyusun program bimbingan, melaksanakan program bimbingan, evaluasi pelaksanaan bimbingan, analisis hasil pelaksanaan bimbingan, dan tindak lanjut dalam program bimbingan terhadap peserta didik yang menjadi tanggung jawabnya.
Selanjutnya, pada tahun 2001 terjadi perubahan nama organisasi Ikatan Petugas Bimbingan Indonesia (IPBI) menjadi Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN). Pemunculan nama ini dilandasi terutama oleh pemikiran bahwa bimbingan dan konseling harus tampil sebagai profesi yang mendapat pengakuan dan kepercayaan publik.














SUMBER
Djumhar dan Moh. Surya. 1975. Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah (Guidance & Counseling). Bandung: CV Ilmu.
Shertzer, B. & Stone, S.C. 1976. Fundamental of Gudance. Boston: HMC 
Prayitno dan Erman Amti. 2004. Dasar-Dasar Bimbingan Konseling. Jakarta: Rineka Cipta
Winkel, W.S. 2005. Bimbingan dan Konseling di Intitusi Pendidikan, Edisi Revisi. Jakarta: Gramedia.

PAPER HAKIKAT KONSELING




HAKIKAT KONSELNG

PAPER

disusun guna memenuhi Tugas Mata Kuliah
Dasar-Dasar Konseling


Dosen Pengampu :

Prof. Dr. Mungin Eddy Wibowo, M.pd, Kons.
Drs. Suharso, M.Pd.,Kons.





oleh


    Intan Kumala Sari
      (1301414060)







JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2015
PENGERTIAN KONSELING
Prayitno & Amti, E (1999:99) Secara etimologis, istilah konseling berasal dari bahasa latin, yaitu “consilium” yang berarti “dengan” atau “bersama” yang dirangkai dengan “menerima” atau “memahami”. Sedangkan dalam bahasa Anglo-Section, istilah konseling berasal “sellan” yang berarti “menyerahkan” atau “menyampaikan”. -(bahwa Prayitno dan Amti mendeskripsikan konseling dari sisi asal bahasa itu sendiri dengan sekedar artinya. Kata kunci: consilium, bersama, sellan, menerima, memahami,)
… konseling adalah kegiatan dimana semua/fakta dikumpulkan dan semua pengalaman siswa difokuskan pada masalah tertentu untuk diatasi sendiri oleh yang bersangkutan, dimana ia diberi bantuan pribadi dan langsung dalam pemecahan masalah untuk klien. Konseling harus ditujukkan pada perkembangan yang progresif dari individu untuk memecahkan masalah-masalahnya sendiri tanpa bantuan. (Jones, 1951) -(Jones memandang bahwa konseling merupakan kegiatan bantuan kepada klien untuk mengatasi masalah yang dihadapinya secara mandiri. Kata kunci: konseling, masalah, perkembangan, bantuan)
… suatu proses yang terjadi dalam hubungan tatap muka antara seorang individu yang terganggu oleh karena masalah-masalah yang tidak dapat diatasinya sendiri dengan seorang pekerja yang profesional, yaitu orang yang telah terlatih dan berpengalaman membantu orang lain mencapai pemecahan-pemecahan terhadap berbagai jenis kesulitan pribadi. (Maclean, dalam Shertzer & Stone, 1974). -(menurut Maclean, konseling merupakan suatu proses dimana klien yang sudah tidak dapat mengatasi masalahnya sendiri meminta bantuan langsung kepada seseorang yang ahli dalam memecahkan berbagai jenis kesulitan pribadi. Kata kunci: proses, tatap muka, masalah, professional, membantu, kesulitan)
… suatu proses dimana konselor membantu konseli membuat interpretasi-interpretasi tentang fakta-fakta yang berhubungan dengan pilihan, rencana, atau penyesuaian-penyesuaian yang perlu dibuatnya. (Smith, dalam Shertzer & Stone, 1974). –(Smith mengidentifikasikan sebuah kata konseling sebagai proses untuk membantu klien untuk mengungkapkan pandangannya terhadap apa yang berhubungan dengan rencana, pilihan, atau penyesuaiaan-penyesuaian lain sesuai dengan kenyataan yang ada. Kata kunci: proses, konselor, konseli, interpretasi, pilihan, rencana)
Konseling merupakan suatu proses untuk membantu individu mengatasi hambatan-hambatan perkembangan dirinya, dan untuk mencapai perkembangan optimal kemampuan pribadi yang dimilikinya, proses tersebut dapat terjadi setiap waktu. (Division of Conseling Psychology) -(Definisi ini menyatakan bahwa konseling adalah tempat terjadinya proses memberi bantuan kepada seseorang dalam mengatasi masalah yang dihadapinya pada saat masa perkembangannya, serta agar perkembangannya dapat optimal,waktu yang diperlukan tidak menentu. Kata kunci: proses, individu, hambatan, perkembangan, kemampuan pribadi, waktu)
… suatu rangkaian pertemuan langsung dengan individu yang ditujukan pada pemberian bantuan kepadanya untuk dapat menyesuaikan dirinya secara lebih efektif dengan dirinya sendiri dan dengan lingkungannya. (McDaniel, 1956) –(McDaniel memandang bahwa konseling merupakan suatu kegiatan dimana seorang individu dan seorang ahli bertemu untuk membantu individu tersebut agar dapat menyesuaikan diri dengan diri serta lingkungannya. Kata kunci: pertemuan, langsung, individu, bantuan, menyesuaikan, efektif, lingkungan)
… proses dalam mana konselor membantu konseli membuat interpretasi-interpretasi tentang fakta-fakta yang berhubungan dengan pilihan-pilihan, rencana, atau penyesuaian yang perlu dibuatnya. (A.C. English, dalam Shertzer & Stone, 1974)
Konseling adalah hubungan pribadi yang dilakukan secara tatap muka antara dua orang dalam mana konselor melalui hubungan itu dengan kemampuan-kemampuan khusus yang dimilikinya, menyediakan situasi belajar. Dalam hal ini konseli dibantu untuk memahami diri sendiri, keadaannya sekarang, dan kemungkinan keadaannya masa depan yang dapat ia ciptakan dengan menggunakan potensi yang dimilikinya, demi untuk kesejahteraan pribadi maupun masyarakat. Lebih lanjut konseli dapat belajar bagaimana memecahkan masalah-masalah dan menemukan kebutuhan-kebutuhan yang akan datang. (Tolbert, 1959). –(dalam definisi ini, Tolbert menyatakan bahwa konseling adalah tempat dimana terjadinya sebuah kegiatan diantara dua orang yang disebut konselor sebagai ahli yang bertugas membantu seorang individu (klien) memahami dirinya dalam masa kemarin, sekarang maupun yang akan datang, demi menciptakan kesejahteraan kepada dirinya sendiri maupun masyarakat dalam membantu mereka dengan keahliannya. Kata kunci: hubungan, tatap muka, konselor, konseli, potensi, sejahtera)
… membantu individu agar dapat menyadari dirinya sendiri dan memberikan reaksi terhadap pengaruh-pengaruh lingkungan yang diterimanya, selanjutnya, membantu yang bersangkutan menentukan beberapa makna pribadi bagi tingkah laku tersebut dan mengembangkan serta memperjelas tujuan-tujuan dan nilai-nilai untuk perilaku dimasa yang akan datang. (Blocher, dalam Shertzer & Stone, 1974). –(Blocher mengemukakan bahwa konseling itu sendiri adalah untuk membantu seorang individu dalam mengenal dirinya sendiri dan dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya agar dapat menerima satu sama lain, serta menentukan apa yang harus dilakukan individu tesebut untuk masa yang akan datang. Kata kunci: membantu, reaksi, pengaruh, lingkunga, mengembangkan, tujuan, perilaku)
Konseling meliputi pemahaman dan hubungan individu untuk mengungkapkan kebutuhan-kebutuhan, motivasi, dan potensi-potensi yang unik dari individu dan membantu individu yang bersangkutan untuk mengapresiasi ketiga hal tersebut. (Bernard & Fullmer, 1969). –(definisi ini menyebutkan bahwa yang disebut dari konseling yaitu meliputi hal-hal yang dapat mengungkapkan apa yang ada dalam diri individu yang bersangkutan, yaitu ada sebuah pemahan serta hubungan antara individu satu dengan lainnya. Kata kunci: konseling, pemahaman, motivasi, potensi, unik, individu)
… proses mengenai seseorang individu yang sedang mengalami masalah (klien) dibantu untuk merasa dan bertingkah laku dalam suasana yang lebih menyenangkan melalui interaksi dengan seseorang yang tidak bermasalah, yang menyediakan informasi dan reaksi-reaksi yang merangsang klien untuk mengembangkan tingkah laku yang memungkinkannya berperan secara lebih efektif bagi dirinya dan linkungannya. (Lewis, dalam Shertzer & Stone, 1974). –(Definisi konseling ini konseli dimana sebagai orang yang bermasalah dibantu oleh konselor menyediakan informasi guna pengembangan perilaku untuk diri dan sosialnya. Kata kunci: proses, bantuan, interaksi, informasi, hubungan, individu bermasalah)
Konseling atau penyuluhan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh seorang ahli (disebut konselor/pembimbing) kepada individu yang mengalami sesuatu masalah (disebut konseli) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi klien. (Frank Parsons, 1908) –(dalam hal ini Frank Parsons telah menyamakan konseling dengan penyuluhan yang menurutnya merupakan suatu proses dimana bantuan diberikan kepada konseli dalam mengatasi masalah yang dialaminya oleh seorang ahli pembimbing yang disebut dengan konselor. Kata kunci: konseling, penyuluhan, proses, bantuan, ahli, masalah, klien)
Menurut Awalya (2013) konseling adalah suatu proses memberi bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling oleh seorang ahli (yang disebut konselor) kepada individu yang sedang mengalami suatu masalah (disebut klien) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi oleh klien. –(menurut beliau bahwa konseling itu proses dalam memberikan bantuan yang dilakukan seorang ahli dalam mengatasi maslah yang sedang dihadapi pada seseorang yang membutuhkannya agar dapat menyelesaikan masalah yang dihadapinya secara mandiri. Kata kunci: proses, bantuan, konseling, masalah, teratasi)
KESIMPULAN:
Dari berbagai pendapat para ahli dan analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pengertian konseling adalah bantuan secara langsung tatap muka yang dilakukan oleh seorang ahli/professional yang disebut konselor kepada individu yang disebut klien atau konseli untuk memperoleh pemahaman diri yang lebih baik, kemampuan mengontrol diri, dan mengarahkan diri untuk dimanfaatkan olehnya dalam rangka pemecahan masalah-masalah mendalam yang menyangkut hal-hal penting tentang klien itu sendiri, serta membantu klien tesebut untuk merencanakan masa depan sesuai minat dan potensinya.










SUMBER:
Prayitno. 2004. Dasar-Dasar Bimbingan dan konseling. Jakarta: Rineka Cipta
Awalya, dkk. 2013. Bimbingan & Konseling. Semarang: UNNES Press
Gunarsa, singgih D. 2004. Konseling dan Psikoterapi. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | free samples without surveys