Jumat, 03 Juli 2015

Sinopsis Film Thailand "TEACHER'S DIARY"



TEACHER’S DIARY

Screenshot_2014-10-22-21-23-08-1.png


Oleh
Intan Kumala Sari
1301414060



Universitas Negeri Semarang
2014
IDENTITAS FILM

Judul Film                   : Teacher’s Diary
Penulis Naskah            : Ningsanon, Sopana Chaoviwatkol
Sutradara                     : Nithiwat Tharathorn
Produser                      : Jira Maligool, Chenchonnanee
Pemain                        : Sukrit Wisetkaew sebagai “Song”
                                      Chermarn Boonyasak sebagai “Ann”
                                      Sukollawat Kanaros sebagai “Nui”
                                      Chutima Theepanart (cameo)
                                      Wittawat Singlumpong (cameo)
Durasi Film                 : 01:44:38

SINOPSIS
Film ini menggambarkan bagaimana kehidupan guru (yang ditugaskan di pedalaman) di Thailand. Kalau di tempat kita mungkin mirip dengan Indonesia Mengajar atau program SM3T. Hampir semua bagian film ini mengambil latar di sebuah sekolah apung yang berada di tengah-tengah danau. Tokoh utama dari film ini adalah Pak Song, mantan atlet gulat SEA GAMES yang mengadu nasib sebagai guru olahraga (saat mendaftar) tapi justru ditugaskan di pedalaman karena sekolah tempat ia mendaftar tidak ada lowongan. Kemudian ada Bu Aan, guru teladan yang diharuskan membuat pilihan antara menghapus tato tiga bintang ditangannya atau ditugaskan di pedalaman. Tokoh lain adalah Bu Gigi, Pak Nui dan murid-murid Bu Aan. Dalam film ini diceritakan, Pak Song yang secara tidak sengaja menemukan sebuah buku Diary Bu Aan dihari pertamanya ia sampai di sekolah apung. Lalu dilanjutkan dengan cerita bagaimana ia menjalani kehidupan sebagai seorang guru. Mulai dari menjemput satu persatu muridnya, kegiatan belajar mengajar, memasak, bersih-bersih dan lain-lain. Dan ternyata apa yang ia lakukan itu, juga dilakukan oleh Bu Aan setahun yang lalu seperti yang di tulis di buku diarynya.
Waktu berjalan, aktivitas Pak Song diisi dengan mengajar dan mencintai anak didiknya, serta menuliskan aktivitasnya itu di buku diary yang sama. Hingga akhirnya, pada ujian akhir tahun salah satu muridnya gagal melewati ujian. Karena sebab ini, Pak song mengundurkan diri dari mengajar di sekolah apung, di saat yang sama Bu Aan ingin kembali mengajar ke sekolah apung karena suatu sebab. Pada 2013 (satu tahun setelah mereka bertemu), Ann kembali sebagai guru di sekolah pedesaan ini. Dia menemukan buku hariannya dengan cerita yang ditulis terkuras keluar dalam buku ini. Dia tidak tahu mengapa dia meninggalkan sekolah ini dan di mana dia sekarang? Tapi itu masuk akal untuk kembali di sekolah tidak akan pernah sama. Akankah mereka bersatu kembali?


PESAN MORAL

ü  Guru inspiratif yang bekerja dengan hati ditengah semua keterbatasan sarana prasarana dan kendala sosial masyarakat yang ada.
ü  Bukan hanya anak-anak yang tinggal di kota saja yang berhak menerima pendidikan, bahkan anak-anak dipedalaman, jauh dari sarana dan prasarana yang memadai yang mungkin mereka mempunyai bakat di bidang tertentu yang perlu dididik dan dikembangkan. 
ü  Kepedulian, kesabaran, kasih sayang, serta ketelatenan seorang guru untuk membuat siswanya berhasil.
ü  Guru diklaim berwawasan luas, yang berarti harus memiliki hati yang terbuka dan memiliki sopan santun dalam berbudaya dan perilaku sehari-hari. 
ü  Guru tetap harus menguasai materi yang diajarkannya tetapi yang lebih penting guru tidak boleh lupa bahwa dia mengajar manusia muda.
ü  Membangun generasi yang mempunyai modal untuk masa depan yang suatu ketika akan mengambil peran dalam masyarakat.
ü  Ikatan emosional yang selaras kepada siswa, dan dengan pribadi dan teladan guru yang baik, seorang siswa akan tumbuh menjadi warga negara yang baik pula.



PANDANGAN TERHADAP FILM

Menurut saya, dari segi pendidikan film Teacher’s Diary sangat bagus terutama untuk menggugah hati para pendidik dan pemerintah bahwa bukan hanya anak-anak di kota saja yang memerlukan pendidikan, bahkan anak-anak di pedalaman yang jarang mempunyai sarana dan prasarana yang memadai untuk menuntut ilmu. Film ini juga menyadarkan saya untuk tidak lupa akan bersyukur kepada Sang Kuasa, karena masih banyak anak yang kurang beruntung daripada saya untuk menuntut ilmu. Bukan hanya wawasan tentang bidang akademik saja yang diperlukan dalam pendidikan, melainkan kesabaran, ketekunan, kasih sayang, kerja sama, serta simpati sangat diperlukan antara sang pendidik dan juga yang dididik agar terjalin hubungan yang harmonis diantara mereka serta menghindari perselisihan satu sama lainnya.

1 komentar:

jag mengatakan...

Ada rekomendasi film yang mirip ini gak yah ? Suka banget sama film ini. Sampai saat ini tidak film romance yang bisa mengalahkan film ini.

https://www.jagongsinopsis.com/2015/07/sinopsis-film-teachers-diary-2014.html

Posting Komentar

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | free samples without surveys